Prinsip Dasar Bioteknologi

Prinsip dasar bioteknologi merupakan cara untuk memahami pondasi atau fundamental dari bidang ilmu bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu biologi modern yang berkembang dengan keterkaitan interdisipliner subdisiplin ilmu seperti mikrobiologi, genetika, biokimia, kimia, teknik kimia, teknik mekanik, teknologi rekayasa pangan, elektronika, imunologi, biologi sel, anatomi fisiologi hewan, morfogenesis, ekologi dan banyak lagi lainnya. Keterlibatan bidang ilmu multidisipliner merupakan pendukung perkembangan dan keberhasilan dalm proses bioteknologi.

Sifat Interdisipliner Bioteknologi (dari Higgins et al, 1985)

Menurut Nurcahyo (2011), bahwa prinsip bioteknologi memenuhi 3 unsur diantaranya:

  1. Input dapat diartikan sebagai substrata tau bahan mentah (raw material) seperti biomassa, mikroorganisme, pati, dan sebagainya
  2. Proses yang dimaksud adalah mekanisme pengolahan yang terkait dengan penguraian dan penyusunan molekul oleh agen hayati.
  3. Output merupakan hasil produk akhir yang dapat berupa barang atau jasa seperti antibiotic, insulin, alcohol, pupuk dan sebagainya

Sedangkan menurut John E.Smith dalam buku Prinsip Bioteknologi, bahwa proses bioteknologi dipengaruhi oleh tiga komponen sentral yaitu:

  1. Katalisator biologis yang mempengaruhi proses dan fungsi khusus seperti enzim, agen biologis mikroba, sel tanaman dan sel hewan. Katalisator yang menguntungkan, efektif dan stabil dari proses bioteknologi dapat ditemukan pada organisme microbial yang utuh. Mikroorganisme dianggap sebagai pengikat energy primer dalam proses perubahan kimiawi.
  2. Merancang lingkugan kerja (konstruktif dan operasional) yang baik agar katalisator bekerja secara optimal, dalam skala penelitian dapat berupa penyediaan sarana penelitian laboratorium yang baik, ataupun secara industrial dengan rancang bangun sarana prasarana produksi produk berbasis bioteknologi yang terstandar (bioreactor)
  3. Hilirisasi produk bioteknologi dapat berupa pemurnian dan pemisahan produk essensial sebagai hasil akhir produk yang dapat dikomersialkan.
Skema Proses Bioteknologi (dari Smith, J.E ,1985)

Dengan memahami prinsip bioteknologi, baiknya dapat dipahami secara fundamental kata kunci proses bioteknologi. Penerapan proses bioteknologi baik secara konvensional maupun modern tetap akan melibatkan tiga komponen sentral diatas. Pemilihan katalisator yang tepat, perancangan alat yang tepat serta hilirisasi produk  yang diikuti proses isolasi  sehingga mendapatkan formula akhir produk bioteknologi yang dapat dimanfaatkan secara massal.

 

 

Referensi:

Higgins, I.J., Best, D.J., and Jones, J. 1985. Biotechnology, Principles and Applications. Blackwell Scientific Publication Oxford.

Nurcahyo, H. 2011. Diktat Bioteknologi. Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Smith, J. E. 1985. Biotechnology principles (Vol. 11). American Society for Microbiology.

 

mobintakusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *