Sejarah Perkembangan Bioteknologi

Bioteknologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berkembangan sangat cepat. Sejak dikenal pada tahun 4000tahun sebelum masehi hingga sekarang ini, perkembangan bioteknologi telah memberikan banyak kebermanfaatan bagi kehidupan manusia. Industrialisasi bioteknologi telah mencapai proses hilirisasi produk hasil bioteknologi atau dikenal pula dengan produk transgenik.

Berikut ini sejarah perkembangan bioteknologi:

1. Produksi makanan dan minuman fermentasi

Orang-orang mesir telah mampu memproduksi roti sejak 4000 tahun S.M; kemudian pada 6000 tahun S.M kaum Sumaria dan Babilonia telah mengkonsumsi bir yang sebenarnya telah diproduksi oleh orang timur tengah sejak lama. Temuan mikroskop oleh Anton van Loewenhoek di abad 17 merupakan temuan fenomenal yang berimbas pada pengenalan mikroorganisme, hingga tahun 1857-1876 oleh Pasteur (bapak bioteknologi) membuat temuan teknologi fermentasi pertama kali pada produksi keju dan pengolahan jamur

2. Proses bioteknologi non steril

Produksi etanol, asam asetat, butanol dan aseton pada akhir abad ke-19 melalui fermentasi terbuka menjadi awal perkembangan proses bioteknologi non steril. Peristiwa fermentasi terbesar kala itu terjadi pada proses pengolahan air limbah dan proses dekomposisi limbah padat di perkotaan

3. Proses Bioteknologi steril

Tahun 1940an mulai dikenal teknik rekayasa untuk pengembangbiakan mikroorganisme secara masal dan pemisahan mikroorganisme yang tercemar. Pemisahan mikroorganisme yang tercemar inilah menjadi awal temuan proses sterilisasi. Produk yang berhasil diproduksi dengan teknik bioteknologi steril diantaranya antibiotika, vaksin, enzim, steroid, asam-asam organic dan asam-asam amino.

4. Proses bioteknologi berbasis ilmu genetika dan teknologi DNA rekombinan

Penerapan ilmu genetika dan teknik rekombinasi DNA merupakan babak baru bagi sejarah perkembangan bioteknologi. Melalui teknik rekombinasi DNA, dapat terwujud sebuah produk dari hasil rekayasa genetika melalui perubahan sifat-sifat biologis organisme. Tahun 1980-1990an dihasilkan berbagai produk transgenik yang dihasilkan dari teknologi DNA rekombinan dan kultur jaringan seperti kedelai yang tahan terhadap serangan Bacillus thuringiensis. Tahun 1997 hewan kloning bernama Domba Dolly dihasilkan melalui teknologi DNA rekombinan.

5. Industrialisasi bioteknologi

Memasuki periode abad ke 20, produk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi telah banyak diproduksi pada skala yang lebih besar. Walaupun riset serta kajian etika tetap menyertai untuk diperbincangkan, namun beragam produk transgenik telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kewaspadaan terhadap produk transgenik tetap perlu dilakukan, sehingga kerugian yang dapat ditimbulkan dapat diminimalisir dan tetap memenuhi bioetika yang ada sesuai hasil konsorsium. Industrialisasi teknologi juga diiringi dengan pesatnya perkembangan bioteknologi seperti teknologi stem cell yang dapat dijadikan sebagai teknologi pengobatan kanker, dan sebagainya.

 

Sumber referensi:

Smith, J. E. (1985). Biotechnology principles (Vol. 11). American Society for Microbiology.

 

 

 

mobintakusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *